Monday, April 14, 2014


"Allahu Rabbi, betapa hati ini merinduinya," desis hati Ana yang terduduk sepi di pinggir katilnya. Sungguh, menyimpan perasaan ini terasa lebih berat daripada menggendong anak kecil yang merengek. Risau, khuatir semua ada pada saat ini. Risaunya bukan apa, bimbang nanti dia dapatkan orang lain pula. Aku tidak rela itu.Sungguh aku sangat tidak rela kerna hati ini sudah mulai ingin memilikinya. Cumanya aku masih belum mampu untuk meluahkan padanya. Mungkin belum waktunya untukku meluahkan, mengeluarkan segala perasaan yang ada. namun, semakin lamaku pendam ia semakin menduga hati ini. Terasa tidak rela hendak menyimpannya lama-lama.

**********

Wajahnya seolah-olah ada diruang mata ini. senyumannya. Memberi bahagia kepada hari-hariku.